SMP Istiqomah Sambas Purbalingga Bagikan 600 Paket Sembako

 

SMP Istiqomah Sambas Purbalingga Bagikan 600 Paket Sembako. Paket tersebut dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Selain itu juga didistribusikan lewat guru dan karyawan untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Pembagian paket sembako merupakan hal yang rutin dilakukan oleh SMP Istiqomah Sambas Purbalingga dari tahun ke tahun tiap bulan ramadhan. Meski demikian ada yang berbeda dalam ramdhan tahun ini. Mengingat adanya wabah covid-19.

Penyerahan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat dilakukan oleh bidang kesiswaan

Pendistribusian 600 paket sembako dilakukan sesuai protokol kesehatan. Rapat acara pendistribusian dilakukan dengan menjaga jarak atau physical distancing. Untuk pembagian dilakukan dengan social distancing atau mengindari kerumunan. Jika biasanya warga langsung berbondong-bondong mengambil sembako kini diwakilkan kepada koordinator atau juga kepada RT setempat. Seluruh panitia baksis pun mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum serta sesudah acara.

 

 

 

 

Rapat acara untuk pendistribusian paket sembako dilakukan dengan standart protokol kesehatan yaitu dengan melakukan physical distancing

Penyerahan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat di sekitar SMP Istiqomah Sambas dilakukan oleh bidang kesekretariatan

(Nurul Aziz)

Song Video Project: Menggali Potensi Anak Saat Belajar dari Rumah

Kegiatan belajar dari rumah atau pemebelajaran oline tidak menghambat semangat peserta didik untuk terus belajar. Guru pun mau tidak mau dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif mengemas kegiatan pembelajaran. Agaknya istilah mencari kesempatan dalam kesempitan bisa digunakan secara positif dalam hal satu iniguru harus jeli mencari celah menguntungkan untuk melakukan aktivitas pembelajaran yang tidak bisa atau kurang maksimal dilaksanakan dalam pembelajaran biasa di sekolah sehingga memunculkan pengalaman belajar baru khususnya kelas boarding school.

Tentu kegiatan pembelajaran boarding school dan reguler agak sedikit berbeda selama ini. Salah satunya anak-anak boarding tidak bisa mengakses gawai secara leluasa, sehingga sedikit aktivitas maupun tugas berkenaan dengan bantuan gawai seperti mengikuti kuis online, membuat proyek video, dll.

Materi terakhir dalam pelajaran bahasa inggris kelas VII ialah song. Peserta didik mendapat proyek membuat video menyanyi lagu berbahasa Inggris. Banyak anak antusias menggarap proyek tersebut. Di antaranya M. Abdul Adzim Yaasin (7.2) yang sebelumnya berkesempatan mengisi panggung Boys Language Competition 2020. Meski baru kelas VII, suaranya yang merdu membuat para penonton terkesima pada malam itu. Selanjutanya Muhammad Rafi (7.2), selain pintar berpidato ternyata ia juga memiliki suara merdu. Rafi menuturkan dibalik kepiawainnya membawakan lagu bukanlah karena ia hobi bernyanyi melainkan gemar adzan dan murotal sejak kecil.

Adzim dan Rafi adalah sedikit contoh peserta didik yang menunjukan keterampilannya lewat belajar di rumah. Oleh karenanya, belajar di rumah bukanlah suatu hambatan besar, melainkan kesempatan untuk menggali potensi anak pada ruang yang tidak bisa di dapati saat pembelajaran di kelas.

Abdul Adzim Yaasin (7.2)menyanyikan lagu berjudul Medina by Maher Zein

(Untuk video dapat dilihat di galerry video kegiatan siswa)

 

Muhammad Rafi (7.2)menyanyikan lagu Insha Allah by Maher Zein

(Untuk video dapat dilihat di galerry video kegiatan siswa)

 

Hasil karya peserta didik lainnya bisa diakses di

https://www.instagram.com/daily_school_memory?r=nametag

(Dina Ahsanta P)

Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Online

 

Adanya wabah covid-19 membuat seluruh sekolah harus meliburkan peserta didiknya. Meskipun sekolah libur namun pembelajaran harus tetap berjalan. Guru tetap mengajar dari rumah menggunakan media online untuk menyampaikan materi ataupun tugas-tugas.

Tidak memungkiri pembelajaran online memiliki sisi postif dan negatinya. Sisi postifnya memang jelas, seperti halnya tujuan pemerintah yaitu untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Namun banyak juga sisi negative dari pembelajaran online ini. Selain minimnya pengawasan terhadap anak belajar secara mandiri juga kerap menimbulkan kebosanan sehingga anak kehilangan semangat untuk belajar.

Adanya hal tersebut membuat guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan belajar online. salah satunya dengan pemanfaatan media sosial seperti instagram. Meskipun baru sebagai ajang pengumpulan namun dengan memamerkan tugas di instagram membuat anak lebih memikirkan mementingkan tugas tersebut. Hal itu karena tugas tak hanya bisa dilihat oleh guru namun oleh orang lain pengguna instagram.

Hasil pembelajaran online yang telah di upload lewat media sosial instagram

(Nurul Aziz)

SMP Istiqomah Sambas Mengadakan Khotmil Quran Online untuk Siswa dan Guru

Kita ketahui bersama bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Dunia sedang kedatangan wabah yang begitu menghebohkan. Hampir seluruh Negara di belahan dunia terdampak wabah virus covid-19.

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak Negara yang terdampak covid-19. Adanya wabah ini tak membuat pemerintah tinggal diam. Pemerintah membuat himbauan agar seluruh warga Indonesia berdiam diri di rumah. Termasuk dalam hal pendidikan.

Seluruh sekolah diliburkan untuk memutus tali penyebaran virus covid-19. Menyikapi hal tersebut, SMP Istiqomah Sambas Purbalingga berikhtiar dengan melaksanakan Khatmil Quran sebagai permintaan doa kepada Allah SWT agar wabah covid-19 ini segera di angkat dari bumi.

Siswa sangat antusias menyambut khotmil Al Qur’an ini

Teknis pelaksanaan khatmil Quran ini cukup unik. Selain dilaksanakan oleh guru dan karyawan SMP Istiqomah Sambas Purbalingga kegiatan ini juga dilaksanakan oleh seluruh santri atau peserta didik. Peserta didik dibawah komando dari masing-masing wali kelas membaca satu juz Al-Quran yang menjadi tugas bagi mereka sehingga terpenuhi khatam 30 juz Al-Quran. Kegiatan ini dilaksakan setiap hari jumat mulai pada pertengahan maret hingga bulan ramdhan ini pun masih berjalan. Seluruh santri, guru, dan karyawan membaca masing-masing satu juz yang berbeda selepasa salat ashar di hari jumat atau sekitar pukul 15.30 WIB.

Siswa sedang membaca Al Qur’an dengan khusyuk

(Nurul Aziz)